img

NYINAU BOROBUDUR

Penulis: Elisabeth Pawestri A.H., S.Pd. - 25 Juli 2021

Kisah SASA JATAKA

Pada suatu hari, Bodhisattwa terlahir sebagai seekor kelinci. Ia mempunyai tiga sahabat sejati yaitu seekor monyet, seekor anjing dan seekor berang-berang. Mereka hidup dengan rukun dan damai. Di antara mereka kelincilah yang paling bijaksana.

Suatu ketika, kelinci sedang melihat bulan purnama lalu berkata :"Sahabat-sahabatku yang baik, besok tepat bulan purnama, marilah kita melaksanakan ajaran dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Apabila ada seseorang yang meminta sesuatu dari kita, berikanlah apa yang kita miliki. Melaksanakan derma dengan sila adalah perbuatan baik yang amat mulia."

Lalu pada saat bulan purnama itu kelinci dengan penuh ketulusan hati bertekad, apabila ada seseorang yang datang kepadanya mencari makanan dengan senang hati ia akan memberikan dagingnya sendiri.

Kemudian untuk menguji tekad kelinci tersebut Dewa Sakra (Raja Para Dewa) merubah dirinya menjadi seorang brahmana dan menghampiri mereka berempat.  Dewa Sakra menolak persembahan berang-berang, monyet, dan serigala.

Lalu beliau meminta sesuatu dari kelinci tersebut, sang kelinci menyuruh teman-temannya untuk mengumpulkan ranting-ranting dan membuat api. Dengan kesaktiannya Dewa Sakra membuat kobaran api yang menyala, lalu sang kelinci melompat ke dalam kobaran api tersebut. Keajaiban terjadi, kelinci tersebut tidak terbakar, Dewa Sakra dengan kesaktiannya mengambil kelinci itu dengan tangannya sendiri dan menyelamatkan hidupnya.